Masmoe berbagi cerita Kunci Sukses Karang Taruna Blawong 2 Kelola Sampah.

60 tahun sudah Karang Taruna berdiri di Indonesia. Sebelumnya, terdapat bermacam-macam organisasi kepemudaan di Indonesia, baik di tingkat nasional, regional maupun lokal. Salah satu organisasi kepemudaan tersebut adalah Karang Taruna.

Perlu diketahui, Karang Taruna terdiri dari dua kata, yaitu karang yang berarti tempat atau wadah, dan taruna yang berarti pemuda atau remaja. Jadi, secara istilah Karang Taruna adalah tempat kegiatan para pemuda. Karang Taruna hadir sebagai organisasi sosial yang mana menjadi pilar penting dalam meningkatkan partisipasi sosial masyarakat khususnya pada generasi muda.

Oleh sebab itu, pemerintah turut membentuk Organisasi Karang Taruna karena dianggap memiliki peran yang sangat strategis dalam membina dan mengembangkan generasi muda. Dengan adanya Karang Taruna, hal tersebut diharapkan dapat membantu dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial dilingkungan Karang Taruna berada.

Karang Taruna menjadi organisasi yang diperhitungkan di tingkat desa. Mengapa? Karang Taruna di tingkat desa mempunyai akses yang lebih luas dalam pergerakkannya. Hal ini disebabkan Karang Taruna menjadi salah satu lembaga desa yang menerima manfaat dari dana desa. Adapun kegiatan yang dinaungi oleh Karang Taruna antara lain kegiatan kepemudaan, kegiatan kesenian, bakti sosial, advokasi penyandang permasalahan kesejahteraan sosial (PMKS), dan lain sebagainya.

Seiring berjalannya waktu, Karang Taruna mulai terjun mengembangkan usaha ekonomi produktif (UEP) untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu Karang Taruna yang mengembangkan UEP adalah Karang Taruna Blawong 2 (KTB2). KTB2 merupakan Karang Taruna Unit Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Walaupun hanya sebatas Karang Taruna Unit, KTB2 telah membuktikan bahwa tanpa menggunakan dana desa mereka mampu membangun usaha ekonomi produktif bekerja sama dengan Divisi Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Adapun bidang usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh KTB2 yaitu pengelolaan sampah. Sampah yang diambil berasal dari warga Padukuhan Blawong 2. Sampah ini dikelola dengan cara dikumpulkan secara kolektif, kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah di Piyungan, Bantul.

Perlu diketahui, dalam pelaksanaan operasionalnya tidaklah mudah. Indra Gunawa selaku Ketua KTB2 mengatakan, mereka merintis usaha ini dengan menyewa truk milik warga.  Saat ini, KTB2 memberanikan diri untuk meminjam uang ke Bank BRI melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 45.000.000 rupiah. Pinjaman uang ini dipakai untuk membeli truk. Akhirnya, KTB2 bisa membeli truk seharga 54.000.000 rupiah.

Singkat cerita kunci sukses Karang Taruna Blawong 2 kelola sampah, setelah membeli truk, KTB2 meminta support dari warga Blawong 2 untuk membangun garasi truk. Dengan penuh kesadaran, warga pun terjun langsung untuk membantu pembangunan garasi. Menurut penuturan Indra, bentuk bantuan dari wagra ini ada juga yang berupa wakaf tanah, serta membelikan besi untuk cor, semen, batu coral, pasir, dan galvalum.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan, berapakah penghasilan dari usaha pengelolaan sampah ini? Kok sampai berani berhutang di Bank BRI untuk modal membeli truk, ya? Indra menjelaskan, tiap bulannya, penghasilan dari pengelolaan sampah bisa mencapai 3.000.000 rupiah. Perihal penggajian, untuk gaji 2 pegawai yang betugas mengambil sampah seminggu dua kali menghabiskan biaya gaji sebesar 1.000.000 rupiah. Selain itu, untuk biaya operasional seperti membeli BBM menghabiskan dana sebesar 200.000 rupiah. Untuk masuk ke TPS Piyungan, KTB2 dikenakan biaya tiket masuk sebesar 20.000 rupiah (20.000 dikalikan dengan 8 kali masuk dalam tiap bulan, hingga jumlah totalnya adalah 160.000 rupiah). Sedangkan jumlah dana untuk membayar biaya cicilan per bulan ke Bank BRI ialah sebesar 1.200.000 rupiah. Sisa dari uang penghasilan yang berjumlah 440.000 rupiah tersebut masuk ke dalam uang kas.

Wow, ternyata penghasilan dari pengelolaan sampah cukup banyak ya. Kunci sukses Karang Taruna Blawong 2 kelola sampah  sungguh luar biasa. Dengan mengembangkan potensi lokal yang ada, pemuda desa melalui karang tarunanya menjadi kreatif, produktif dan inovatif.

60 tahun lalu Karang Taruna resmi didirikan oleh Bapak Ghazali dari Kampung Melayu Jakarta dan Departemen Sosial. Saat ini, kebermanfaatan dari Karang Taruna telah menyebar keseluruh pelosok negeri. Tiap Karang Taruna wajib bergerak aktif serta memberikan dampak positif. Di tahun 2020 ini, Indonesia sesungguhnya sedang berduka karena telah kehilangan sosok pendiri Karang Taruna. Bapak Ghazali telah tutup usia tepat di bulan September, bulan dimana Karang Taruna resmi didirikan.

Meskipun Bapak Ghazali telah tutup usia, semangatnya akan terus berkobar. Refleksi 60 tahun berdirinya Karang Taruna harus dimaknai dengan baik serta dirayakan dengan kegiatan yang positif. Dengan demikian, Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya dapat menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Baik yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda.

Salam Adhitya Karya Mahatva Yodha.

(Nasrudin Muzakki)


administrator

I like traveling and writing.

1 Comment

  • dhikastnt, September 28, 2020 @ 9:14 pm Reply

    Mantap.. mantap.. panutanku..
    #salam_lestari lur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.