BANTUL – Sejak Maret, kasus Covid-19 di Indonesia mulai muncul dan mengancam masyarakat. Berawal dari dua kasus, kini Indonesia sudah mencapai angka 10.000-an kasus per awal Mei 2020. Situasi pandemik Covid-19 membuat ketar-ketir berbagai elemen dan sektor, salah satunya adalah sektor ekonomi.

Semenjak kasus Covid-19 menyeruak di Indonesia, tidak sedikit karyawan yang dirumahkan bahkan kehilangan pekerjaan karena di PHK. Hal ini membuat sebagian orang yang kehilangan pekerjaan banting stir mencari uang dengan cara lain agar tetap bertahan hidup di tengah-tengah pandemi.

Salah satu daerah yang mengalami dampak Covid-19 yang cukup signifikan adalah Yogyakarta. Seperti dikutip dari KRJogja.com, sebagai kota yang bertumpu pada bidang wisata dan pendidikan, wabah Covid-19 membuat perekonomian Yogyakarta terkena imbasnya. Adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah mengenai physical distancing membuat kegiatan dialihkan ke rumah. Hampir semua sekolah, perguruan tinggi, instansi-instansi tertentu, dan tempat wisata tutup sementara dalam kurun waktu yang tidak ditentukan.

Tentu saja Yogyakarta yang terkenal sebagai Kota Pelajar dan Kota Wisata mendadak sepi pelajar dan wisatawan karena pandemi Covid-19. Mahasiswa rantauan yang banyak pulang kampung membuat warung-warung makan sekitar kampus sepi pengunjung. Selain itu, tempat-tempat wisata dan toko oleh-oleh juga sepi wisatawan. Hal ini telah melumpuhkan sebagian perekonomian masyarakat Yogyakarta.

Saat ini, tidak hanya Covid-19 yang membahayakan manusia, tapi melemahnya perekonomian Indonesia juga menjadi ancaman lain yang tidak kalah bahayanya dengan wabah Covid-19. Banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mengalami kebangkrutan efek Covid-19, membuat mereka berpikir keras bagaimana caranya agar tetap bisa menafkahi istri dan anaknya serta tetap bisa makan dan bertahan hidup untuk beberapa hari ke depan.

Tidak dapat dipungkiri, kasus-kasus kejahatan yang akhir-akhir ini sering terjadi di berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta diakibatkan oleh orang-orang yang nekad menghalalkan segala cara agar tetap bisa menghasilkan pundi-pundi uang dan tidak kelaparan. Banyaknya aksi perampokan, pencurian hewan ternak dan hasil kebun di desa-desa, serta penjambretan di jalanan kampung merupakan buah dari situasi paceklik ekonomi yang melahirkan kriminalitas pada jiwa-jiwa manusia diambang keputusasaan.

Oleh karena itu, warga masyarakat harus waspada terhadap potensi peningkatan tindak kriminalitas di tengah sulitnya ekonomi akibat pandemi Covid-19. Saat ini, setiap dusun atau kampung di Yogyakarta telah meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungannya sebagai bentuk antisipasi. Tindak kriminalitas ini telah meresahkan masyakat ditengah pandemi Covid-19.

Potensi peningkatan tindak kriminalitas yang cukup tinggi membuat warga kembali mengaktifkan ronda (jaga malam). Pelaksanaan ronda ini tentunya dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Tingkat kewaspadaan yang dimiliki oleh masyarakat sudah meningkat setelah adanya himbauan dari pemerintah terkait pembatasan dalam berkegiatan di luar.

Salah satu dusun yang aktif menerapkan ronda adalah Dusun Bembem yang berada di Jalan Imogiri Timur, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Romadlon sebagai Ketua RT 06 mengatakan, setelah adanya koordinasi antar RT di Padukuhan Bembem, akhirnya disepakati bahwa untuk meningkatkan kewaspadaan dari tindak kriminalitas maka diadakan ronda. Selain itu, hal yang disepakati lainnya adalah menerapkan akses satu pintu serta memantau pendatang baru.

Dalam pelaksanaan ronda, para pemuda diajak untuk turut serta membantu dalam menjaga keamanan dusun. Selain ronda, pemuda juga mempunyai tanggung jawab untuk menyiarkan jam melalui pengeras suara dalam rangka membangunkan warga untuk sahur.

Jadi, untuk dulur-dulur di mana pun kalian berada, meskipun sedang berada dalam masa sulit di tengah pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi, dulur-dulur harus tetap berjuang dan jangan menyerah dengan keadaan. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan virusnya segera lenyap dari muka bumi. (Nasrudin Muzakki)


administrator

I like traveling and writing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.