Dear Anak Broken Home

Dear Anak Broken Home

Dear anak broken home, terlahir dari keluarga yang harmonis merupakan idaman semua anak. Dengan memiliki orang tua yang baik dan penyayang, tentu menjadi anugerah terindah dari Tuhan untuk sang anak. Tapi, tidak semua anak bisa mendapatkan kebahagiaan semacam itu. Beberapa anak tidak beruntung justru mengalami hal yang sebaliknya. Mereka yang tidak beruntung tumbuh besar menjadi anak broken home. Mengapa?

Tidak semua pernikahan bisa berjalan dengan mulus. Badai rumah tangga yang sering menerpa tidak sedikit membuat hubungan suami istri menjadi goyah. Berbagai mediasi dilakukan agar ditemukan jalan keluar untuk memperbaiki kondisi rumah tangga, tapi lagi-lagi solusi terbaik yang diambil selalu saja jalan perceraian. Apa yang terjadi setelah itu? Perceraian pasti berdampak kepada anak-anak yang pada akhirnya akan menjadi korban dari perceraian itu sendiri.

Dear anak broken home, meskipun kedua orang tua telah bercerai, serta keluarga menjadi hancur dan berantakan, tak ada alasan untuk larut dalam kesedihan. Jika merasa hancur, tentu hal itu tidak bisa dihindari. Namun, sampai kapan akan terus-terusan berduka dan meratapi nasib sebagai anak broken home?

Dear anak broken home, ada banyak alasan untuk terus survive dan berjuang agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Bagaimana caranya? Ingatlah, hidup hanya satu kali, jangan sia-siakan waktu yang dimiliki saat ini. Sekarang, situasinya memang terasa sulit. Tidak memiliki keluarga yang utuh, tidak mendapatkan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tua, tak ada support dari keluarga ketika sedang down dan butuh dukungan, tentu tidak mudah menjalani hidup seperti itu. Tapi, jangan pernah sekali-kali merasa hidup sendirian. Ada banyak orang baik di dunia ini. Lagipula, bukankah dukungan bisa datang dari diri sendiri?

Tuhan tidak pernah tidur. Dia tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Jangan pernah lelah untuk berusaha dan berdoa. Anak broken home tidak ada bedanya dengan anak yang lain, sama-sama anak manusia yang mempunyai hak untuk hidup dan bahagia. Siapa pun berhak untuk mendapatkan kesuksesan dan menjadi orang hebat, termasuk anak broken home. Jadi, jangan putus asa dan jangan pernah kehilangan harapan.

Dear anak broken home, terus semangat dan berjuang! Tuhan selalu bersamamu. (Ayu Restianti)

Pecinta sepak bola yang gemar membaca dan menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.