Dilema Klub-klub Sepak Bola Liga Inggris di Tengah Teror Virus Corona

Sejak 13 Maret 2020, penyelenggara dan asosiasi sepakbola Inggris seperti Premier League, Football Association (FA), English Football League (EFL), dan Women’s Super League (WSL) resmi mengumumkan penundaan pertandingan Liga Inggris hingga 4 April 2020. Hal ini disebabkan oleh penyebaran virus Corona (Covid-19) yang sudah meneror tanah Britania Raya.

Tercatat, pandemi virus Corona sudah menyerang beberapa nama dari klub sepak bola Liga Inggris seperti manajer Arsenal, Mikel Arteta dan pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Terakhir santer terdengar kabar bahwa ada satu lagi pemain Chelsea yang positif terinfeksi virus Corona. Beberapa portal berita online memberitakan bahwa pemain Chelsea, Tammy Abraham dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Namun belum ada pemberitahuan resmi dari Chelsea.

Sebelumnya, terdapat tiga pemain Leicester City yang menunjukkan gejala terkena virus Corona. Menurut penuturan pelatih Leicester City, Brendan Rodgers, ketiga pemain tersebut harus diisolasi lantaran dikhawatirkan terkena paparan virus Corona. Tentu informasi terkait nama-nama dari klub sepak bola Liga Inggris yang terinfeksi virus Corona ini membuat petinggi-petinggi Liga Inggris mengambil sikap untuk tidak meneruskan kompetisi Liga Inggris terlebih dahulu.

Meskipun demikian, mantan pemain Manchester United (MU), Wayne Rooney menilai FA sangat lambat dalam mengambil keputusan dan kebijakan terkait virus Corona. Pemain yang terkenal dengan julukan Wazza ini menyayangkan sikap FA yang masih saja meminta kompetisi Liga Inggris untuk terus dilanjutkan, sedangkan cabang-cabang olah raga lain seperti tenis, Formula 1, rugby, golf, bahkan pertandingan sepak bola di negara lain sudah dihentikan. Legenda MU ini juga menambahkan, hal yang sangat memilukan dirinya adalah perihal keterlambatan pemberhentian kompetisi Liga Inggris yang disinyalir ada keterkaitannya dengan uang, sehingga pemberhentian liga sepak bola di Inggris ini harus menunggu hingga Jumat (13 Maret 2020), dan sampai harus menunggu ada pelatih dan pemain yang terinfeksi virus Corona. Seharusnya, Liga Inggris sudah bisa mengambil sikap sebelum ada orang-orang dari klub sepak bola mereka terpapar virus Corona terlebih dahulu.

Terlepas dari keputusan yang sudah diambil oleh petinggi sepak bola Inggris, tentu akan banyak hal-hal dilematis yang nantinya menjadi persoalan baru bagi klub-klub sepak bola Liga Inggris. Seperti halnya yang dirasakan oleh klub raksasa Inggris, Liverpool. Klub besutan pelatih Jurgen Klopp tersebut saat ini berada di posisi puncak klasemen Liga Inggris. Dengan raihan 82 poin di atas Manchester City, Liverpool sudah memiliki peluang besar untuk menjadi juara Liga Inggris musim 2019/2020. Namun, banyak beberapa pihak klub Liga Inggris yang meminta agar Liga Inggris musim 2019/2020 ini dibatalkan. Tentu hal tersebut dapat merugikan Liverpool, karena The Reds bisa kehilangan momen menjuarai Liga Inggris setelah selama 30 tahun berpuasa gelar.

Akan tetapi, apabila kompetisi ini tetap berakhir, dan Liverpool dinyatakan sebagai juara Liga Inggris musim 2019/2020, tentu yang akan dirugikan nantinya adalah klub-klub sepakbola yang berjuang untuk memperebutkan tiket ke Liga Champions dan Liga Europa, serta tim-tim yang berada di zona degradasi seperti Bournemouth, Aston Villa, dan Norwich City. Dengan total 29 pertandingan yang masih harus dimainkan oleh klub Liga Inggris, tentu hal tersebut akan memusingkan petinggi klub sepak bola Liga Inggris. Selain itu, klasemen akhir juga akan berdampak pada aspek keuangan yang didapatkan oleh klub-klub Liga Inggris.

Banyak alternatif yang ditawarkan oleh petinggi Liga Inggris seperti membatalkan musim 2019/2020 dan memulai musim baru 2020/2021 dengan meneruskan poin yang didapat saat musim 2019/2020. Adapula tawaran yang sampai saat ini masih diperdebatkan banyak pihak, yakni Liga Inggris musim 2019/2020 dibatalkan dengan catatan tidak ada tim yang degradasi tapi tetap ada tim-tim yang promosi. Tentu ini akan menambah jadwal bermain tim-tim di Liga Inggris, dan pada musim 2020/2021 akan ada 5 tim yang degradasi.

Pro dan kontra terkait nasib Liga Inggris di tengah teror virus Corona tentu menjadi perbincangan hangat di kalangan klub-klub sepak bola dan fans atau supporter klub. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan oleh petinggi Liga Inggris secara matang agar nantinya tidak merugikan klub-klub sepakbola Liga Inggris. Tentu semua pihak berharap agar Liga Inggris musim 2019/2020 bisa digelar kembali, dan kasus Covid-19 ini bisa segera berakhir. Teruntuk Arteta dan Odoi, semoga kondisi keduanya lekas membaik, sehingga mereka bisa bergabung kembali dengan tim sepakbolanya. (Ayu Restianti)

Pecinta sepak bola yang gemar membaca dan menulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.